Strategi Kampanye Periklanan di Era Digital

Kuliah Pakar Tamu Konsentrasi Ilmu Periklanan

Jakarta, November 2016

Pesatnya kemajuan teknologi telah mengubah internet sebagai wadah konvergensi semua teknologi informasi dan komunikasi. Konvergensi ini membuat internet semakin memikat karena mampu mengikat lebih banyak khalayak. Hal ini juga dirasakan oleh industri periklanan.

Dalam Kuliah Pakar Tamu Konsentrasi Ilmu Periklanan yang berjudul “Strategi Kampanye Periklanan di Era Digital”, CEO Dentsu One yang sekaligus Ketua P3I Pusat, Janoe Arijanto, menyebutkan bahwa para pengiklan mau tak mau harus menyadari bahwa dunia branding sudah bergeser ke arah partisipasi publik. Khalayak berubah menjadi khalayak yang aktif dan mandiri dalam melakukan pencarian informasi untuk mengetahui brand yang menarik perhatiannya dengan sangat mudah, sebelum melakukan pembelian. Interaksi komersial bertransformasi menjadi interaksi sosial. Brand diuji bukan hanya dalam logika tetapi juga dalam dinamika sosial masyarakat yang terjadi. Hal ini disebabkan karena pencarian informasi yang lateral memungkinkan seseorang memperoleh lebih dari apa yang mereka butuhkan dan membaginya ke saluran yang acak.

Lebih lanjut Janoe mengatakan bahwa ketika membuat iklan, kita tidak cukup hanya belajar iklan tetapi harus juga memahami alur pesannya, merancangnya dan kemudian menganalisisnya. Pesan harus sesuai dengan alurnya. “Saat ini public dapat mempengaruhi terjadinya suatu penjualan. Publik juga memahami bagaimana cara memanfaatkan contact point social media untuk mendesain platform, yakni pemanfaatan data berdasarkan programmatic buying,” ujar Janoe.