Selamat Jalan Tokoh Pers Indonesia

 

Sekali lagi kabar duka datang, beberapa hari lalu, setelah tokoh pers H. Drs. AM. Hoeta Soehoet meninggal pada Rabu, 23 Februari 2011 pukul 03.47 WIB lalu. Penulis dan wartawan senior, H. Rosihan Anwar (89), meninggal dunia 14 April 2011. Jika melihat kembali ke sejarah masa lalu, AM. Hoeta Soehoet dan Rosihan Anwar banyak menorehkan sejarah di dalam dunia jurnalistik.

 

AM. Hoeta Soehoet, lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan, 11 Oktober 1928. Selama masa hidupnya, beliau memiliki sejumlah prestasi yang mengagumkan. Terlebih dari semua prestasi-nya yang mengagumkan, beliau mendirikan Kampus IISIP Jakarta sebagai kampus jurnalistik pertama di Indonesia. Pada 5 Desember 1953, beliau memimpin  Perhimpunan Mahasiswa Akademi Wartawan, menjabat sebagai Ketua Umum yang  ketika itu mempelopori  pendirian   Perguruan Tinggi Djurnalistik (PTD), selanjutnya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi/Sekolah Tinggi Publisistik dan pada akhirnya  dikembangkan menjadi Institut dengan nama Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Kampus Tercinta, inilah  julukan yang digagas beliau untuk  Kampus IISIP Jakarta.

 

Lain halnya dengan Rosihan Anwar, beliau lahir di Kubang Nan Dua, Solok, Sumatera Barat, pada 10 Mei 1922. Dia merupakan sosok di segala zaman. Selama masa hidupnya, beliau  dikenal sebagai tokoh pers Indonesia. Rosihan yang memulai karier jurnalistiknya sejak berumur 20-an, tercatat telah menulis 21 judul buku dan mungkin ratusan artikel di hampir semua koran dan majalah utama di Indonesia dan di beberapa penerbitan asing. Rosihan memulai karier jurnalistiknya sebagai reporter Asia Raya di masa pendudukan Jepang tahun 1943 hingga menjadi pemimpin redaksi Siasat (1947-1957) dan Pedoman (1948-1961). Selama enam tahun, sejak 1968, ia menjabat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bersama Usmar Ismail, pada 1950 ia mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini). Pada tahun 2007, Rosihan Anwar dan Herawati Diah, yang ikut mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta pada 1946 dan mendapat penghargaan 'Life Time Achievement' atau 'Prestasi Sepanjang Hayat' dari PWI Pusat.

 

Melihat sederetan sumbangan yang diberikan oleh kedua orang tokoh pers tersebut. AM. Hoeta Soehoet dan Rosihan Anwar, sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada mereka. Kampus Tercinta IISIP Jakarta sangat berharap, semoga kampus ini mampu menelurkan generasi-generasi penerus mereka. Generasi yang terus menjadi legenda dalam dunia jurnalistik.