Perempuan Indonesia, mari berjuang !!!

Masyarakat merayakan hari kelahiran Kartini, 21 April sebagai Hari Kartini, dengan mengenakan busana nasional sebagai ungkapan penghormatan kepada Ibu Kartini. Ibu Kartini yang berasal dari keluarga ningrat ini, memperjuangkan persamaan hak dan kesempatan pendidikan bagi para perempuan yang sama dengan  laki-laki. Adalah budaya patriarkhi yang menempatkan perempuan sebagai warga negara kelas dua setelah laki-laki. Perempuan melayani suami, mengasuh anak, mengurus rumah tangga,harus patuh dan menuruti semua kehendak suami.Kartiniberpikir maju melewati batas-batas budaya saat itu. Ia memimpikan perempuan mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki, terutama dalam bidang pendidikan  seperti layaknya perempuan-perempuan Eropapada saat itu.           

Melalui surat-surat yang dikirim Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda : Ny. Abendanon, Nn. Stella Zeehandelaar, Ny.Marie Ovink Soer, Ir. H. H. Van Kol, Ny. Nellie dan Dr.Adriani, tersurat semangat Kartini yang berjuang untuk memperoleh hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Meskipun keinginan Kartini untuk mendapat beasiswa pendidikan di Belanda dan Batavia tidak tercapai, ia tetap memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan dengan cara  mengajar baca dan tulis agar lebih berwawasan.

Semua yang diusahakan Ibu Kartini pada masa itu kini nampak. Perempuan kini terlihat dan terlibat aktif dalam dunia pendidikan. Selain itu, perempuan juga mendapatkan hak dan kesempatan pada bidang; pemerintahan, militer, ekonomi, budaya, dan politik.

Lantas, perempuan seperti apakah yang dapat dikategorikan layaknya Kartini pada masakini ? 

Saya berpendapat, Kartini masa kini adalah  perempuan Indonesia  yang berjuang untuk keluarga dan masyarakatnya.Perempuan yang berjuang membangun karakter mulia anak-anak yang dilahirkannya, serta masyarakat di sekitarnya. Sementara perjuangan lain adalah lanjutan dari perjuangan dasar membangun karakter mulia ini. Perempuan seperti ini adalah perempuan hebat, Kartini masa kini. Karakter mulia akan mengantar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang bermartabat. Perempuan hebat akan membangun bangsa yang hebat melalui tangan-tangannya, tangan-tangananak-anaknya dan tangan-tangan masyarakat.

 

Rektor IISIP Jakarta

Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut, MM