Korupsi adalah Kejahatan !

 

Kasus dugaan korupsi pengadaan simulator mengemudi di Korps Lalu Lintas POLRItelah menyita banyak perhatian publik. Media memainkan perannya dengan mengekspos  polemik  (KPK vsPolri). Lewat mediamasyarakat memahami pertikaian itu.

Presiden Susilo Bambang Yudoyono, tegas memerintahkan POLRIuntuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus hukum dugaan korupsi di KorpsLalu Lintas Polri tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, seperti yang diberitakan Kompas, 9 Oktober 2012. Keputusan presiden diapresiasi oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Mereka memuji sikap tegas presiden.  Inilah, bentuk komitmen pemerintah terhadap pemberantas korupsi.

Kesungguhan tersebut, sebelumnya pernah juga disampaikan Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan aksi pengembangan pendidikan anti korupsi pada perguruan tinggi  yang dinyatakan lewat instruksi Presiden RI Nomor 17 tahun 2011, tentang tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2012.

Instruksi tersebut direalisasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kerja sama dengan KPK, melaksanakan kegiatan Traning of Trainers (TOT), Pendidikan Anti Korupsi Tahun 2012. Kegiatan ini diikuti 1007 orang Dosen dari 526 PerguruanTinggi di seluruh Indonesia, salah satunya tentu    Institut Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJakarta. Konsep pendidikan anti korupsi tersebut telah diterapkan pada beberapa matakuliah antara lain Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Etika Bisnis,  mulaitahun akademik 2012/2013.

Institut Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJakarta, sejak awal berdirinya, pada waktu itu 1953, telah berkomitmen menentang segala bentuk korupsi. Pengelolaan organisasi didasari pada aturan yang mengedepankan hukum dan etika. 

Perguruan tinggi adalah lembaga yang dapat memainkan perannya dalam mencegah terjadinyakejahatan korupsi. Melalui kurikulum yang berbasis pada student centered learning, mahasiswadapat langsung menjadikan masalah-masalah korupsi sebagai bahan diskusi. Efek dari diskusi ini diharapkan dapat menjadi bola salju yang terus menggelinding untuk membangun kesadaran mahasiswa akan kejahatan korupsi.

Korupsitelah memiskinkan  dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Penyakit masyarakat ini tentu harus segera disembuhkan agar Indonesia bebas dari korupsi, sehingga kelak menjadi negara yang kuat dan mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Semangat  melawan korupsi harus terus dikobarkan oleh semua pihak,termasuk perguruan tinggi, yang harus dicontohkan oleh seluruh civitas academica