GEMPURAN IKLAN DI MEDIA SOSIAL

Jakarta, 10 Mei 2018

Penggunaan media sosial dalam dunia periklanan sudah semakin masif. Terbukti dengan belanja iklan di media massa semakin menurun. Hal Itu dikatakan Senior Social Media Strategist, Narrada Communications, Friska Octendralia dalam Kuliah Pakar Tamu Konsentrasi Ilmu Periklanan di IISIP Jakarta, Rabu (9/5).

Friska menuturkan, media sosial dengan segala kelebihannya mampu menyampaikan pesan-pesan periklanan yang cepat dan murah biayanya. Media sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube sudah banyak digunakan produsen untuk mengiklankan produknya.

“Perusahaan tentunya harus memikirkan bagaimana strategi yang jitu dalam beriklan sehingga produknya mampu disampaikan ke khalayaknya dengan baik. Industri periklanan merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan periklanan yang muncul,” ujar Friska.

Iklan di setiap media harus menyajikan pesan penjualan yang paling persuasif dan kuat. Mobile kini menjadi bagian integral dari gaya hidup rata-rata pelanggan, dengan 45% dari seluruh waktu dihabiskan di depan layar. Mobile pun telah menggeser fungsi desktop maupun televisi. Sebagai hasilnya, video mobile kini mengalami permintaan yang tinggi dan merupakan format digital dengan perkembangan paling pesat, yang turut mendorong pertumbuhan periklanan digital.

Menyikapi makin masifnya iklan di media sosial, bisa dilihat dari data pengguna media sosial di Indonesia pada 2018 mencapai 137,7 juta. Kemudian pengguna aktif sosial media mencapai 130 juta. Begitu juga dengan pengguna aktif gawai di media sosial, mencapai 120 juta.

“Ini menunjukan potensi yang sangat besar bagi para pemasar produk di dunia digital,” tandas Friska lagi.

Seiring dengan peningkatan volume pengguna mobile, jumlah data yang digunakan oleh pengiklan akan turut meningkat. Lewat big data, menargetkan audiens bisa jadi salah satu alat paling berdampak bagi brand untuk meningkatkan keefektifan kampanye yang dilakukan. Selain itu, perilaku dari khalayak pengguna media sosial ini juga menjadi dasar pembuat iklan untuk menjadikannya faktor penting dalam melakukan kampanye dengan media digital.

Kuliah pakar tamu di IISIP Jakarta merupakan kegiatan rutin program studi/konsentrasi yang dilaksanakan setiap semester. Kuliah pakar tamu dimaksudkan untuk memperkaya wawasan praktis mahasiswa karena pakar tamu yang diundang adalah pakar di bidangnya.

Dalam sambutannya, Dekan FIKOM IISIP Jakarta, Dr. Mulharnetti Syas, M.S menjelaskan, ”Mahasiswa IISIP Jakarta disamping mampu memiliki wawasan dan pengetahuan teoritis, juga diharapkan mampu memiliki kemampuan praktis sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Untuk dapat memasuki dunia kerja, lulusan IISIP Jakarta diharapkan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.”

Kuliah Pakar Tamu yang berlangsung sekitar dua setengah jam dihadiri oleh mahasiswa IISIP Jakarta. Mahasiswa yang hadir sangat antusiasme. Hal ini terlihat dari pertanyaan yang mereka ajukan. (rhm)